• Onno W. Purbo Computer Network Research Group Institut Teknologi Bandung Bandung 40132 FAX 6222 251-2982
  • Referensi
  • Filosofi di balik usaha yang dilakukan
  • Usaha membangun masyarakat informasi Indonesia
  • Membantu menghubungkan institusi pendidikan di Indonesia ke Internet. Memberikan fasilitas diskusi / pertemuan bagi masyarakat informasi Indonesia.
  • Test bed untuk memberikan kuliah jarak jauh melalui Internet
  • Engl210e: Technical Writting Course
  • Information Desk
  • Instructor’s Comments
  • Information Based University
  • Usaha untuk membangun Academic Information Infrastructure (AII).
  • Jaringan Internet di Indonesia
  • Network Operation Center (NOC) di Institut Teknologi Bandung
  • Research Results in Physical Layer
  • Onno W. Purbo Computer Network Research Group




    Download 444.47 Kb.
    bet1/4
    Sana01.04.2017
    Hajmi444.47 Kb.
      1   2   3   4


    Onno W. Purbo

    Computer Network Research Group

    Institut Teknologi Bandung

    Bandung 40132

    FAX 6222 251-2982

    E-mail onno@itb.ac.id

    http://xxx.itb.ac.id/yc1dav/


    Alternatif Teknologi Untuk Pendidikan Jarak Jauh:

    Onno W. Purbo
    .

    .

    .



    .

    .

    .



    .

    .

    .



    .

    .

    .



    . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

    .

    .

    .



    .

    .

    .



    .

    .

    .



    .

    .

    .



    Alternatif Teknologi Untuk Pendidikan Jarak Jauh

    Abstrak

    Beberapa aspek yang berkaitkan dengan pendidikan jarak jauh akan di ketengahkan. Usaha yang sedang berjalan di Institut Teknologi Bandung untuk melakukan implementasi pendidikan jarak jauh khususnya menggunakan media / teknologi informasi seperti Internet akan dilaporkan. Kondisi infrastruktur yang telah di bangun selama ini & berbagai alternatif teknologi yang dikembangkan untuk menunjang proses pendidikan jarak jauh tersebut akan di review dalam tulisan ini.



    Referensi

    Untuk keterangan & informasi lebih lengkap sebaiknya di ambil dari URL berikut:


    http://ai3.itb.ac.id/

    http://xxx.itb.ac.id/yc1dav/

    http://xxx.itb.ac.id/cnrg/

    http://xxx.itb.ac.id/adnan/

    http://distance-courses.itb.ac.id/

    http://virtual-university.itb.ac.id/

    http://netmon.itb.ac.id/

    http://nic.itb.ac.id/

    Ucapan Terima kasih

    Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami berikan kepada:




    • Para pemimpin & aktifis di ITB, Prof. Wiranto Arismunandar, Prof. Widiadnyana Merati, Prof. Liliek Hendrajaya, Dr. Intan Achmad, Dr. Soegiardjo Soegijoko, Dr. Tati Mengko.

    • Para peneliti & aktifis jaringan komputer, anggota CNRG (seperti: Basuki, Aulia, Adnan, Ismail, Husni, Arman, Luthfi, Pajar, Febi, Rani, Affan, Zilmy, Daniel, Ucu, Rudi, Ibnu, Metra, Donny, Yadi, dkk), anggota SYSOP.
      Armanlar (o‘zlarini hay deb atashadi) - xalq, Armanistonning asosiy aholisi (3,08 mln. kishi, 1992 yil). Shuningdek RF (532 ming kishi), Gruziya (437 ming kishi), AQSH (700 ming kishi), Fransiya (270 ming kishi), Eron (200 ming kishi), Suriya (170 ming kishi), Tog‘li Qorabog‘ (146 ming kishi), Livan va Turkiya (150 ming kishidan) va boshqa mamlakatlarda ham yashaydilar.
      Kompyuter (ing . computer - hisoblayman), EHM (Elektron Hisoblash Mashinasi) - oldindan berilgan dastur (programma) boʻyicha ishlaydigan avtomatik qurilma. Elektron hisoblash mashinasi (EHM) bilan bir xildagi atama.


    • Para peneliti di jaringan AI3 (seperti: Suguru, Jun, Kanchana, Oliver, Izu, Baba).

    • Dan masih banyak lagi yang tidak mungkin di sebut satu per satu.

    Pendahuluan

    Argumentasi yang umum digunakan untuk menjustifikasi pentingnya kita mengembangkan sebuah system pendidikan jarak jauh umumnya dikaitkan dengan kebutuhan sumber daya manusia yang cukup akut di Indonesia mengingat kompetisi yang sangat keras di era globalisasi mendatang.


    Berdasarkan laporan KOMPAS (Maret 1997), dalam di simpulkan kondisi SDM di Indonesia adalah sebagai berikut:


    1. 80.110.060 (100%) jumlah total tenaga kerja di Indonesia berdasarkan informasi BPS tahun 1995.

    2. 56.033.911 (69.95%) bekerja di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan umumnya sebagai buruh dengan pendidikan tertinggi adalah sekolah dasar (sebagian bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan).

    3. 12.193.652 (15.2%) bekerja pada dunia perdagangan, bisnis retail & servis umumnya mereka adalah lulusan sekolah menengah atas.

    4. 2.868.140 (3.5%) mempunyai latar bekang pendidikan D1, D3 & S1. Umumnya bekerja pada dunia perbankan / keuangan atau usaha swasta.

    5. Dari sekian banyak tenaga kerja hanya 60.000-100.000 (0.1%) orang pengguna Internet di Indonesia & umumnya mereka mempunyai latar belakang pendidikan S1.

    Dengan kemampuan deduksi sederhana maka kita dapat menyimpulkan bahwa Indonesia membutuhkan massa orang pandai yang lebih banyak lagi. Tidak mungkin bagi Indonesia untuk dapat survive dalam kompetisi di era globalisasi dengan mengandalkan 0.1% dari tenaga kerjanya yang bekerja di dunia informasi. Kita perlu menaikan jumlah ini secara drastis yang tentunya tidak mudah.


    Semua ini menjadi sulit karena kemampuan dunia pendidikan tinggi yang hanya mampu menampung 10% dari lulusan SMU sehingga mengharuskan kita untuk membentuk / mengembangkan teknologi alternatif yang memungkinkan untuk mendidikan para lulusan SMU tersebut tanpa tergantung pada dimensi ruang (keterbatasan bangunan & fasilitas fisik) & waktu (ketersediaan dosen).
    Untuk itu mungkin alternatif pendidikan jauh (continuing education) menjadi penting bagi peningkatan jumlah & kualitas orang pandai di Indonesia.
    Pada kesempatan ini kami akan membahas beberapa hal yang berkaitan dengan:


    1. A test bed untuk menyelenggarakan kuliah jarak jauh melalui Internet di ITB akan di jelaskan.

    2. Pembangunan sebuah universitas yang berbasis sistem informasi di ITB akan di laporkan.

    3. Usaha terus menerus untuk membangun Academic Information Infrastructure (AII).

    4. Usaha membangun masyarakat informasi Indonesia yang merupakan proses pendidikan yang sifatnya informal.


    Filosofi di balik usaha yang dilakukan




    Sebetulnya objektif yang ingin di capai sangat sederhana. Kami ingin melihat perguruan tinggi utama di Indonesia agar dapat membantu mendidik para mahasiswa / siswa yang tidak dapat memasuki dunia pendidikan tinggi secara fisik melalui proses pendidikan jarak jauh. Pada gambar di atas diperlihatkan hubungan informasi secara konseptual antara dunia pendidikan tinggi dengan para peserta didik jarak jauh – yang terkait secara langsung pada industri maupun dunia global. Semua dilakukan menggunakan berbagai alternatif teknologi informasi. Di harapkan seluruh system dapat bekerja secara self-financing & sustainable melihat saling ketergantugan antara sistem yang ada.


    Secara infrastruktur apa yang kita harapkan sudah mulai tampak seperti tampak pada gambar di samping. Institut Teknologi Bandung (ITB) telah lebih dari satu tahun belakangan ini memberikan servis akses Internet bagi lebih dari 20 lembaga pendidikan tinggi di Indonesia dengan total kecepatan ke Internet saat ini melebihi 3.5Mbps usaha sedang dilakukan untuk menaikan kecepatan tersebut lebih lanjut, melalui berbagai inisiatif seperti Asia Multimedia Forum (AMF) dll. Untuk memperlancar hubungan dengan industri & dunia komersial dalam negeri maka sambungan ke Indonesia Internet Exchange melalui fasilitas yang ada di RadNet (salah satu ISP Indonesia) telah dilakukan. Jadi secara umum sebetulnya secara infrastruktur apa yang dibutuhkan untuk mewujudkan konsep di atas telah mulai terbangun. Masalah yang cukup besar yang harus di atasi terutama di bidang aplikasi & regulasi.

    Usaha membangun masyarakat informasi Indonesia

    Selanjutnya kami akan membahas secara sepintas usaha yang dilakukan dalam satu tahun terakhir terutama dalam membangun masyarakat informasi di Indonesia oleh ITB. Pada prinsipnya ada dua usaha besar yang sedang berjalan, yaitu:




    1. Membantu menghubungkan institusi pendidikan di Indonesia ke Internet.

    2. Memberikan fasilitas diskusi / pertemuan bagi masyarakat informasi Indonesia.



    Membantu menghubungkan institusi pendidikan di Indonesia ke Internet

    Sebelum menginjak lebih lanjut ada baiknya kami memberikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya pada beberapa pihak yang memungkinkan kami mengimplementasikan system:




    • WIDE Project di Jepang (http://www.wide.ad.jp)

    • Asia Internet Interconnection Initiatives – AI3 (http://www.ai3.net)

    • Asia Pacific Advanced Network (http://www.apan.org)

    • Asia Pacific Networking Group (http://www.apng.org)

    Berawal pada bulan September 1996, ITB telah mengoperasikan gateway ke Internet menggunakan Ku-Band via JCSat-3 (128E) yang di operasikan oleh JCSat (jcsat.co.jp). Adapun topologi jaringan yang ada pada saat ini tampak pada gambar.

    Beberapa feature utama dari jaringan yang berkembang pada saat ini dapat di simpulkan sebagai berikut:


    • Ku-Band 1.5Mbps link ke Internet via JCSat-3 (128E)

    • 2Mbps CDMA link ke Indonesia Internet Exchange (IIX) via RadNet.

    • 2Mbps CDMA link ke berbagai universitas & lembaga pendidikan di Bandung, Surabaya & Malang.

    • 128Kbps link ke Jakarta (IPTEK-NET), Surabaya & Malang.
      Jakarta - Indoneziyaning poytaxti. Yava o.ning shim.-gʻarbiy sohilida, Chilivung daryosining Yava dengiziga quyilish joyida. Iutimi tropik ekvatorial; yillik oʻrtacha t-ra 27°. Yiliga 1800 mm yogʻin yogʻadi; havoning namligi 80%.


    • VSAT TDMA Link.

    • VSAT SCPC Link.

    • Jaringan packet radio 1200bps, 9600bps di Jakarta, Bandung, Malang & Lampung.

    Pada tingkat international jaringan yang dibangun merupakan bagian dari Asia Inetrnet Interconnection Initiatives (AI3) yang juga tersambung ke Asia Pacific Advanced Network (APAN). Secara garis besar topologi jaringan dapat dilihat sebagai berikut.




    AI3 Network Topology


    Aktifitas AI3/ITB pada saat ini di pimpin langsung oleh Pembantu Rektor I bidang akademik di ITB yaitu:
    Prof. Dr. Widiadnyana Merati

    Team Leader - Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3)/ITB.

    Institut Teknologi Bandung

    FAX 62-22 250-3253, 62-22 250-1006

    E-mail lpitb@itb.ac.id, onno@itb.ac.id
    Dengan total mendekati 20 universitas yang tersambung ke Internet melalui fasilitas AI3/ITB, hal ini menunjukan komitment yang kuat dari ITB untuk mendukung terbentuknya Academic Information Infrastructure (AII). Daftar cukup lengkap lembaga pendidikan Indonesia yang terkait ke Internet tampak pada Appendix & di situ di perlihatkan bahwa sebagian besar dari lembaga pendidikan tersebut terkait melalui ITB. Update dari daftar tersebut dapat di download dari hompage http://ai3.itb.ac.id/
    Mailing list untuk membangun masyarakat informasi di Indonesia.

    Untuk menaikan outbound traffic dari ITB, kami telah mensetup sebuah konfigurasi server untuk mengsupport mailing list di Indonesia. Dengan menggunakan server mailing list tersebut, kami berharap untuk dapat menbangun masyarakat informasi Indonesia di cyberspace. Di mulai dengan sebuah pentium 32Mbyte sekitar bulan February 1997 (yang merupakan sumbangan dari Ir. Mujaya), kami pada saat ini menjalankan menggunakan dua buah pentium 64Mbyte secara paralel (yang merupakan tambahan dari Ir. Dibyo alumni AR-ITB). Setup yang dilakukan tampak pada gambar di bawah ini:


    mx1.itb.ac.id dan mx2.itb.ac.id adalah Pentium 166 64Mbyte menjalankan FreeBSD. NFS digunakan untuk menghubungkan majordomo yang dijalankan di kedua mesin tersebut. Mekanisme round robin di DNS digunakan untuk membebani mesin secara seimbang.

    Pada saat ini total mailing list tidak kurang dari 225 buah dengan total pelanggan melebihi 10,000 orang. ITB pada saat melayani lebih dari 75% mailing list Indonesia yang ada di Internet. Daftar cukup lengkap dari berbagai mailing list yang ada di Internet dapat di lihat di Appendix II. Walaupun dengan sedemikian banyak mailing list yang ada di server ITB, traffic outbound ITB hanya terbebani sebesar 10% dari total kapasitas yang ada untuk itu perlu di pikirkan untuk menambah aplikasi yang dapat memperbesar outbound traffic dari ITB.
    Pada daftar pelanggan mailing list ITB di Appendix IV dapat dilihat beberapa mailing list yang cukup penting di ITB, seperti, mailing list untuk dunia kedokteran (dokter@itb.ac.id) dan juga mailing list untuk dunia elektronik / komputer & komputer network (pau-mikro@itb.ac.id & sysop-l@itb.ac.id)
    Domain dari pengguna mailing list dapat dilihat di Appendix V. Tampak bahwa mailing list di dominasi pengguna dari dunia pendidikan terutama ITB dan user dari ISP di Indonesia (*.net.id).

    Test bed untuk memberikan kuliah jarak jauh melalui Internet

    Pertama-tama pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan rasa terima kasih kami kepada Prof. Paul Beam (pdbeam@watarts.uwaterloo.ca) dan Ibu Tin Sudrajat (ketua pusat bahasa ITB) atas bantuan mereka dalam mendukung proyek ini. Juga National Research Council (NRC) di Canada.


    Engl210e: Technical Writting Course

    Engl210e: Technical Writting Course I adalah sebuah contoh yang menarik dari kuliah bahasa Inggris melalui Internet yang diberikan oleh Prof. Paul Beam (pdbeam@watarts.uwaterloo.ca) dari University of Waterloo, Canada melalui Internet pada URL http://itrc.uwaterloo.ca/engl210e/. Hubungan kerjasama antara Prof. Paul Beam dengan kami di (Pusat Bahasa dan Team AI3) di ITB saat ini sedang di jalankan. Mirror dari Web pendidikan bahasa Inggris tersebut telah diinstall di ITB yang berlokasi di:


    http://virtual-university.itb.ac.id/

    http://distance-courses.itb.ac.id/
    Overview dari kuliah yang diberikan tampak pada gambar di atas. Sebuah komputer window menggunakan mouse dan akses Internet dapat digunakan dengan mudah untuk melakukan operasi yang dibutuhkan. Tampak pada gambar di atas beberapa komponen utama dalam kuliah jarak jauh melalui Internet yang di bantu oleh system yang dikembangkan, seperti:


    1. Information Desk:informasi tentang kuliah yang diberikan.

    2. Help Desk: mahasiswa dapat dengan mudah memperoleh bantuan melalui fasilitas help desk ini.

    3. Assignment: tugas kuliah yang diberikan.

    4. Assignment Submission Room: Siswa dapat dengan mudah untuk memasukan pekerjaan mereka secara on-line dari Internet & mengupdate Web mata kuliah sambil berjalan.

    5. Instructor’s Comments: Komentar Instruktur terhadap pekerjaan para siswa.

    6. Bulletin Board: Pengumuman-pengumuman.

    7. Conference Room: Webchat dan newsgroup digunakan sebagai jembatan untuk proses interaksi yang sangat diperlukan dalam sebuah proses pendidikan. Di samping itu, dalam on-line conference juga di undang invited speaker oleh course leader.

    8. Book Case: Berbeda dengan kuliah yang konvensional – beberapa referenses yang dibutuhkan dalam kuliah dapat di ambil secara on-line.

    Tampak pada gambar di samping adalah tempat untuk memasuki daftar referense yang digunakan di kuliah melalui Web. Yang perlu dilakukan oleh para siswa adalah menekan tombol “klik” pada mouse untuk mengambil buku / refensi tertentu. Beberapa materi yang diletakan di referensi yang digunakan sebetulnya merupakan database di Internet. Dengan demikian teknologi informasi akan membuat kehidupan para mahasiswa menjadi lebih leluasa & proses belajar mengajar menjadi lebih menarik.


    Keuntungan lain dengan adanya teknologi informasi adalah memungkinkan kita untuk melakukan segala sesuatu menjadi lebih interaktif tanpa terlalu terikat pada dimensi ruang & waktu. Diskusi dua arah antara para pelaku & nara-sumber pada proses belajar jarak jauh merupakan kunci keberhasilan proses belajar mengajar melalui Internet. Sangat di sayangkan, dengan kondisi infrastruktur telekomunikasi yang ada saat ini ternyata masih belum mendukung proses interaksi belajar & mengajar dengan baik. Untuk itu ada baiknya untuk beberapa saat mendatang kita lebih mengkonsentrasikan diri pada proses belajar mengajar yang berbasis teks.
    Beberapa keuntungan utama yang diperoleh dengan melakukan kuliah bahasa Inggris secara on-line ini:

    1. Mahasiswa Indonesian dapat berinteraksi secara langsung dengan “native writers”.

    2. Guru (asisten pengajar) di Indonesia dapat melakukan hal yang sama.

    3. Kesulitan dalam mencari referensi / buku yang diperlukan untuk kuliah dapat dipecahkan dengan mudah.

    4. Peralatan yang dibutuhkan untuk semua ini relatif sederhana & berdasarkan kepada Window PC dengan dukung Internet.

    Information Based University

    Beberapa usaha telah kami lakukan untuk mengembangkan Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi universitas yang berbasis teknologi informasi. Beberapa langkah nyata yang terlihat dengan jelas adalah:




    1. ITB’s Web site.

    2. Online Library.

    3. Mailing Lists yang terpampang pada Appendix II.

    4. ITB’s Backbone di Kampus yang dibangun menggunakan thick ethernet & fiber optik.


    ITB’s Web site.

    Web site ITB telah dibangun selama satu tahun terakhir & berlokasi di:


    http://www.itb.ac.id/

    Tampak pada gambar di samping adalah halaman utama dari Web ITB. Pada halaman pertama terdapat banyak informasi yang terkait pada berbagai informasi pendidikan & penelitian yang dilakukan oleh ITB. Beberapa informasi penting yang diberikan di Web ITB, seperti:




    1. Aktifitas akademik di ITB.

    2. Profil dari berbagai pusat penelitian, lembaga penelitian maupun peneliti di ITB.

    3. Banyak resource untuk pendidikan.

    4. On-line Library.


    On-line Library.

    Perpustakaan pusat ITB telah berkembang menjadi perpustakaan yang berbasis teknologi informasi. Beberapa feature utama yang dapat kita lihat secara fisik adalah:




    1. Public komputer untuk Internet akses bagi staff & mahasiswa.

    2. Online Catalog & fasilitas untuk mencari buku / catalog melalui Internet.

    Pada gambar selanjutnya diperlihatkan tampilan dari fasilitas online catalog & search engine yang diberikan melalui Web. Pengguna dapat dengan mudah mencari informasi / buku yang dibutuhkan dengan memasukan keyword ke dalam search engine. Konversi telah kami lakukan supaya catalog CDS/ISIS yang ada dapat dihubungkan ke Web melalui mSQL database. Pengembangan ini dilakukan oleh team Webmaster@itb.ac.id yang terdiri dari para mahasiswa dari jurusan teknik elektro ITB. Keterangan lebih lanjut tentang pengkaitan sebuah perpustakaan ke Internet dapat di ambil dari paper penulis yang dapat di ambil di Web pada:


    http://xxx.itb.ac.id/yc1dav/paper/library.zip
    Usaha untuk membangun Academic Information Infrastructure (AII).

    Pada bagian ini kami akan menerangkan:




    1. Topologi Jaringan Internet Indonesia & perkembangannya.

    2. Jaringan Pendidikan Indonesia & kontribusi dari AI3/ITB dalam membangun jaringan tersebut.

    3. Hasil penelitian di physical layer.

    4. Hasil penelitian di network layer.

    5. Hasil penelitian di application layer.

    Jaringan Internet di Indonesia



    Pada gambar di samping diperlihatkan topologi jaringan Internet di Indonesia secara umum pada bulan November 1997. Informasi terakhir dari kondisi jaringan Internet di Indonesia dapat di ambil dari homepage penulis di:
    http://xxx.itb.ac.id/yc1dav/
    Beberapa feature utama dari jaringan Internet Indonesia dapat diketengahkan sebagai berikut:


    1. Kecepatan total semua ISP Indonesia ke Internet diperkirakan sekitar 20Mbps.

    2. Total sekitar 40 ISP memperoleh lisensi dari pemerintah untuk mengoperasikan servis Internet di Indonesia.

    3. Umumnya ISP yang ada di Indonesia terhubung pada 4 Internet Exchange utama yang umumnya di jalankan oleh operator telekomunikasi Indonesia & Asosiasi ISP, seperti:

    • Internet Exchange Telkom.

    • Internet Exchange Satelindo.

    • Internet Exchange Indosat.

    • Internet Exchange APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia). Hanya APJII yang menggunakan AS Number dalam mengoperasikan Internet Exchange mereka hal ini memungkinkan penggunakan Border Gateway Protocol (BGP) secara penuh dalam mengatur routing di Internet.

    1. ITB saat ini merupakan gateway utama Indonesia untuk keperluan pendidikan & penelitian. Lembaga pendidikan yang terhubung ke Internet melalu ITB dapat dilihat di Appendix I.

    2. Hal di atas juga membuktikan bahwa ITB telah memimpin usaha untuk membangun masyarakat informasi di Indonesia dengan antara lain menjadi pusat untuk mailing list di Internet.

    Network Operation Center (NOC) di Institut Teknologi Bandung



    Network Operating Center (NOC) di Institut Teknologi Bandung (ITB) telah berkembang dari peralatan yang sangat sederhana menggunakan teknologi packet radio 1200bps menjadi gateway utama bagi dunia pendidikan Indonesia ke Internet melalui link AI3 di Nara. Pada gambar di atas di perlihatkan NOC yang ada di ITB dengan fasilitas yang cukup kompleks sebagai berikut:


    1. Sambungan Ku-Band via JCSat-3 ke Japan pada kecepatan 1.455Mbps.

    2. Sambungan 2 Mbps CDMA melalui RadNet ke IIX yang memungkinkan traffic dalam negeri ITB





    3. to RadNet one of the largest Indonesian ISP is in operation & enable ITB to reach Indonesia Internet Exchange (IIX) in Jakarta.

    4. 4 Mbps microwave link to Jakarta is under testing.

    5. 128 Kbps terrestrial link to Surabaya.

    6. 128 Kbps terrestrial link to Malang.

    7. 2 Mbps CDMA Metropolitan Area Network (MAN) to connect major Indonesian universities in Bandung Area.

    8. 1200bps packet radio MAN for low cost access to Internet.

    Several research activities has been developed to support such network as it is for the first time for an Indonesian to deploy an Internet that covers a Wide Area Network and using a very diverse telecommunication infrastructure. The reseach results on various networking layers will be reported in the following sections.


    Research Results in Physical Layer

    In physical layer, we do several research activities, namely:




    1. Homebrew 2Mbps CDMA network.

    2. Wireless Data Network.

    3. Experiment / comparison between VSAT TDMA & SCPC Network.

    4. Low cost Internet access for schools.

    5. Fast Ethernet testbed.
      1   2   3   4


    Download 444.47 Kb.

    Bosh sahifa
    Aloqalar

        Bosh sahifa


    Onno W. Purbo Computer Network Research Group

    Download 444.47 Kb.