• CONTOH 10-3
  • CONTOH 10-4
  • 10-1 arsitektur




    Download 180.71 Kb.
    bet4/9
    Sana04.04.2017
    Hajmi180.71 Kb.
    1   2   3   4   5   6   7   8   9

    CONTOH 10-2

    Terjemahkan program dari Contoh 10-1 ke dalam bahasa mesin SAP-1.

    JAWABAN

    _________________________________________________________


    Program dari contoh 10-1 adalah
    Alamat Instruksi

    0H LDA 9H

    1H ADD AH

    2H ADD BH

    3H SUB CH

    4H OUT


    5H HLT
    Program diatas tertulis dalam Bahasa asembli. Untuk memperoleh program dalam bahasa mesin, kita harus memterjemahkannya kedalam bentuk deretan 0 dan 1 sebagai berikut :
    Alamat Instruksi

    0000 0000 1001

    0001 0001 1010

    0010 0001 1011

    0011 0010 1100

    0100 1110 XXXX

    0101 1111 XXXX
    Kini program tersebut sudah tertulis dalam bentuk bahasa mesin.

    Suatu program seperti contoh diatas yang ditulis dalam bahasa mesin disebut program obyek (obyect program). Program semula yang dituliskan dengan mnemonik-mnemonik disebut program sumber (source program ). Dalam SAP-1, operator harus menterjemahkan program sumber kedalam program obyek pada waktu pemrograman saklar-saklar alamat dan data.

    Perhatikan bahwa empat MSB dari sebuah instruksi bahasa mesin SAP-1 memberikan spesifikasi tentang operasinya, dan empat SLB dari instruksi itu memberikan alamat yang bersangkutan. Kadang-kadang MSB itu disebut sebagai medan instruksi (instruction field) dan LSB yang bersangkutan disebut sebagai medan alamat (address field), secara simbolik.

    Instruksi = XXXX XXXX




    Medan instruksi


    Medan Alamat
    ____________________________________________

    CONTOH 10-3

    Bagaimana cara memprogram SAP-1 untuk menyelesaikan persoalan aritmetik ini ?


    16 20 24 – 32
    Bilangan ini diberikan dalam bentuk desimal.
    JAWABAN

    ­­­­­­­­­­­­­­­­­­­_________________________________________________


    Suatu cara penyelesaiannya adalah menggunakan program dari contoh terdahulu, yaitu program menyimpan data (16,20,24,32) pada lokasi memori 9H sampai CH. Dengan bantuan lampiran 1, kita dapat mengubah data desimal kedalam data heksa-desimal untuk mendapatkan versi bahasa asembli :

    Alamat Isi

    0H LDA 9H

    1H ADD AH

    2H ADD BH

    3H SUB CH

    4H OUT

    5H HLT


    6H XX

    7H XX


    8H XX

    9H 10H


    AH 14H

    BH 18H


    CH 20H

    Dalam bahasa mesin data-data ini menjadi :


    Alamat Isi

    0000 0000 1001

    0001 0001 1010

    0010 0001 1011

    0011 0010 1100

    0100 1110 XXXX

    0101 1111 XXXX

    0110 XXXX XXXX



    1. XXXX XXXX

    2. 0001 0000

    1010 0001 0100

    1. 0001 1000

    1. 0010 0000

    Perhatikan disini bahwa penyimpanan program mendahulu penyimpanan kata-kata data. Program menempati lokasi memori yang lebih rendah dan data menempati lokasi yang lebih tinggi. Hal ini penting dalam SAP-1 karena pencacah program menunjuk ke alamat 0000 untuk instruksi pertama, alamat 0001 untuk instruksi kedua, dan seterusnya.




    CONTOH 10-4


    Tuliskan program pada Contoh 10-3 dalam bentuk ringkas heksadesimal.

    Jawaban



    Alamat Isi

    0H 09H

    1H 1AH


    2H 1BH

    3H 2CH


    4H EXH

    5H FXH


    6H XXH

    7H XXH


    8H XXH

    9H 10H


    AH 14H

    BH 18H


    CH 20H
    Program dan data dalam versi ini masih dianggap sebagai bahasa mesin.

    Dal hal ini data negatif didisikan dalam bentuk komplemen-2. Misalnya, -03H dimasukkan sebagai FDH



    10-4 SIKLUS PENGAMBILAN (FETCH CYCLE)
    Unit kendali adalah kunci dari pengoperasian komputer secara otomatik. Unit kendali membangkitkan atau mengeluarkan kata-kata kendali untuk mengambil dan melaksanakan setiap instruksi. Pada waktu suatu instruksi diambil dan dilaksanakan, komputer akan melewati beberapa keadaan pewaktuan (timing state: disingkat T state = keadaan T), yaitu periode-periode waktu pada saat mana terjadi perubahan isi-isi register. Berikut ini akan kita pelajari lebih lanjut arti keadaan T tersebut.
    Pencacah Putar (Lingkar)

    Kita telah membicarakan pencacah putar SAP-1 (lihat diagram skematik dalam gambar 8-16). Gambar 10-2a melukiskan simbol pencacah lingkar dengan keluaran.


    T = T6T5T4T3T2T1

    Pada permulaan operasi komputer kata lingkar T menunjukkan pulsa detak yang berturut-turut menghasilkan kata-kata lingkar:


    T = 000010

    T = 000100

    T = 001000

    T = 010000

    T = 100000



    Gambar 10-2 Pencacah Lingkar (a) simbol (b) Diagram Pewaktuan
    Kemudian pencacah lingkar direset menjadi 000001, dan siklus yang sama akan berulang. Setiap kata lingkar merepresentasikan satu keadaan T

    Gambar 10-2b memperlihatkan pulsa-pulsa pewaktuan yang dikeluarkan oleh pencacah lingkar. Keadaan T1 berawal pada suatu tepi negatif pulsa detak dan berakhir pada tepi negatif yang berikutnya. Selama keadaan T ini, bit keluarkan T1 dari pencacah lingkar merupakan tingkat logika tinggi.

    Keadaan-keadaan Y yang selanjutnya berturut-turut T2 tinggi, disusul T3 tinggi, kemudian T4 tinggi, dan seterusnya. Sebagaimana dapat kita lihat, pencacah putar menghasilkan enam keadaan T. Setiap instruksi diambil dan dilaksanakan selama enam keadaan T ini.

    Perhatikan bahwa tepi CLK yang positif terjadi dipertengahan setiap keadaan T. Pentingnya hal ini akan dibicarakan kemudian.





    Download 180.71 Kb.
    1   2   3   4   5   6   7   8   9




    Download 180.71 Kb.

    Bosh sahifa
    Aloqalar

        Bosh sahifa



    10-1 arsitektur

    Download 180.71 Kb.