• Cara Kerja
  • JARINGAN PENGANGKUT Hasil Pengamatan : JARINGAN PENGANKUT Hasil Pengamatan : DAUN Tujuan
  • Teori Singkat Fotosintesis adalah
  • Laboratorium biologi farmasi program studi farmasi fmipa universitas sriwijaya




    Download 162.51 Kb.
    bet2/3
    Sana01.04.2017
    Hajmi162.51 Kb.
    1   2   3

    EPIDERMIS

    Hasil Pengamatan

    JARINGAN PENGANGKUT

    Tujuan :

    Mengamati bentuk, struktur, susunan dan posisi jaringan pengangkut pada tumbuhan.


    Teori Singkat :

    Berkas penyalur (pembuluh) mencakup dua macam jaringan yaitu xilem dan floem. Keduanya merupakan jaringan kompleks, masing-masing disusun oleh berbagai tipe jaringan yang bersama-sama membentuk satu kesatuan xilem dan floem. Xilem berfungsi menyalurkan air dan garam-garam tanah yang diisap oleh akar ke semua bagian dari tumbuhan. Jadi arah arus ini adalah dari bawah ke atas. Sebaliknya floem berfungsi untuk menyalurkan bahan-bahan hasil fotosintesis yang dibuat oleh daun untuk disalurkan ke smua bagian tumbuhan, jadi arahya terutama dari atas ke bawah.



    A. Xilem

    Merupakan jaringan kompleks, dapat mengandung antara lain trakeid, trakea (pembuluh kayu), serat-serat, sel-sel parenkim dan lain sebagainya. Biasanya makin tinggi tingkatan tumbuhan makin kompleks xilemnya. Trakeid Trakeid adalah sel yang panjang dan meruncing pada ujung pangkalnya. Dinding sel biasanya tebal mengandung lignin (zat kayu). Dalam keadaan dewasa sel ini mati dan pada saat itu baru berfungsi sebagai penyalur air. Selain penyalur air, trakeid juga berfungsi untuk penguat, menegakkan berdirinya tubuh tumbuhan. Pada umumnya tumbuhan Gymnospermae, komponen penyalur air yang utama seluruhnya berupa trakeid dan bukan pembuluh kayu. Menurut struktur penebalan dinding dapat dibedakan bermacam-macam trakeid, yaitu : trakeid cincin, trakeid spiral, trakeid jala, trakeid tangga dan trakeid noktah. Trakea Trakea atau pembuluh kayu terjadi dari sederet sel yang mengalami pertumbuhan melebar sangat pesat. Setelah pembentukkan dinding sekunder terjadi, dinding penyekat melarut sehingga terjadi satu pembuluh yang panjang. Sitoplasma dan nukleus akhirnya lenyap sehingga pembuluh kayu mati. Setelah mati barulah fungsi penyalur air dimulai. Seperti pada trakeid menurut penebalannya pembuluh kayu dibedakan menjadi pembuluh kayu : cincin, spiral, jala, tangga dan noktah. Pembuluh kayu umumnya kita dapatkan pada AngiospermaePembuluh kayu cincin dan spiral terdapat dalam  protoxilem, yaitu xilem primer yang dibentuk sebelum pertumbuhan memanjang jaringan di sekelilingnya. Pada waktu jaringan- jaringan ini tumbuh memanjang yang berlangsung sangat cepat, maka protoxilem tersobek-sobek. Pada tumbuhan monokotil di tempat protoxilem yang rusak ini terbentuk ruangan yang biasanya tetap tampak setelah tumbuh dewasa. Ruangan yang terjadi karena rusaknya sel-sel berhubung dengan pertumbuhan memanjang disebut sebagai ruangan reksigen. Di dalam ruang reksigen ini terdapat sisa-sisa dinding sel, potongan-potongan cincin dan spiral. Ruangan reksigen pada tumbuhan dikotil ditutup kembali oleh sel-sel baru disekitarnya, sehingga dalam keadaan dewasa ruangan ini tidak tampak lagi. Setelah pertumbuhan memanjang sel-sel di sekitarnya selesai, barulah dibentuk metaxilem. Dalam metaxilem dan xilem sekunder hanya dibentuk kayu noktah. Pembuluh kayu tangga adalah khusus dari modifikasi pembuluh kayu noktah. Noktah-noktah memanjang ke samping. Pembuluh tepi ini hanya terdapat dalam spesies tumbuhan antara lain Magnolia dan Vitis. Serat dan Serat Trakeid Dalam perkembangan filogeni, serat xilem terjadi dari trakeid dengan mempertebal dinding sehingga lumen (rongga sel) semakin sempit, selain itu juga jumlah serta ukuran noktah menyusut. Jika perkembangan ini sudah sedemikian lanjut hingga lumen menjadi sangat sempit dan noktah kecil sehingga hampir tak dapat melewatkan zat-zat, maka terbentuk serat. Semakin kompleks suatu xilem semakin sedikit trakeidnya, karena fungsi ganda trakeid yaitu sebagai penyalur dan sebagai penguat diambil alih oleh dua macam alat yang khusus untuk masing-masing fungsi tadi, yaitu trakea (pembuluh kayu) untuk fungsi penyalur dan serat untuk fungsi penguat. Parenkima xilem Sel-sel parenkim merupakan komponen yang biasa di dalam xilem kebanyakan tumbuhan. Dalam xilem sekunder sel-sel parenkim biasanya berbentuk memanjang disusun berlajur-lajur vertikal dan dinamakan parenkima xilem atau parenkim kayu. Sel-sel parenkima yang disusun radial di dalam dan menghubungkan empulur dengan korteks disebut  jari-jari empulur 

    B. Floem

    Seperti xilem, floem juga adalah jaringan kompleks. Floem dapat terdiri dari berbagai macam jaringan. Floem paku-pakuan mengandung sel-sel tapis dan sel parenkima. Pada floem Gymnospermae terdapat sel-sel tapis, parenkima dan serat-serat. Floem Angiospermae dapat mengandung lebih banyak lagi macam penyusun jaringan yakni pembuluh tapis, sel-sel pengiring, parenkima floem, serat-serat, sel batu, pembuluh lateks dan lain sebagainya. Sel tapis dan pembuluh tapis Pada dasarnya struktur dan fungsi sel tapis dan pembuluh tapis adalah sama. Sel tapis dan sel-sel pada pembuluh adalah sel hidup berbentuk memanjang dan dengan dinding sel tapis dari selulosa. Di tengah terdapat vakuola dan sitoplasma yang merupakan lapisan tipis di tepi. Pada keadaan dewasa tidak terdapat nukleus. Pada dinding di dapatkan perforasi (pori-pori) yang letaknya berkelompok. Sekelompok pori disebut daerah tapis.

    Beda sel tapis dan pembuluh tapis :



    1. Daerah tapis pada sel tapis terdapat pada seluruh dindingnya. Daerah tapis pada pembuluh tapis terdapat pada dinding penyekatnya. Penyekatnya disebut plat tapis (papan tapis).

    2. Sel tapis letaknya tak teratur. Pembuluh tapis tersusun dalam barisan lurus.

    3. Pori sel tapis halus, pori pembuluh tapis besar.

    4. Sel tapis terdapat pada tumbuhan rendah sedangkan pembuluh tapis pada tumbuhan tinggi.

    Sel Pengiring (Pengantar) Pada umumnya Angiospermae, di samping setiap pembuluh tapis terdapat sebuah sel parenkima yang disebut sel pengiring. Sel pengiring dengan sel komponen pembuluh tapis disampingnya merupakan sel saudara, artinya keduanya berasal dari sel induk yang sama. Dalam perkembangannya salah satu dari sel anakan membesar ke samping, kehilangan nukleus dan menjadi sel komponen pembuluh tapis. Sel anakan lainnya tetap kecil sehingga sitoplasmanya padat, tetap meiliki nukleus dan menjadi sel pengiring. Kedua-duanya bersama-sama tumbuh memanjang sehingga sel komponen pembuluh tapis sama panjangnya dengan sel pengiring di sampingnya. Tetapi kadang-kadang sel pengiring membagi diri secara transversal, sehingga dari satu sel pengiring untuk satu pembuluh tapis menjadi beberapa sel pengiring yang pendek di samping satu sel komponen pembuluh tapis. Walaupun sel pengiring itu tetap mempunyai nukleus yang relatif besar, tetap mempunyai sitoplasma padat, tetapi bilamana pembuluh tapisnya mati sel pengiring juga mati.

    Sel Albumin Dianggap kaya akan albumin karena memiliki afinitas besar terhadap pewarna protein. Sel albumin terdapat pada Pinaceae tertentu dan biasanya terletak berdekatan dengan sel tapis sehingga diduga memiliki fungsi yang sama dengan sel pengantar bagi komponen pembuluh tapis di Angiospermae. Parenkim Floem Terdiri atas sel-sel hidup berisi makanan cadangan atau kristal Serat Floem atau sklereid Seringkali terdapat dalam floem. Sel-sel ini berlaku sebagai pengokoh dengan dinding yang berlignin.



    Cara Kerja :

    1. Preparat sayatan melintang dan membujur awetan batang Zea mays

    Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati seluruh penampang batang jagung. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya (tersebar atau teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang batang jagung, pusatkan pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang paling jelas). Berkas pembuluh pada batang jagung bertipe kolateral. Perhatikan struktur jaringan yang menyusun xilem dan floem seperti: protoxilem, metaxilem, protofloem, serat, sel pengiring dsb. Amati adanya ruangan reksigen. Penebalan cincin dari buluh cincin biasanya tampak menggantung menempel pada dinding ruang tersebut. Gambar semua bagian-bagian berkas pembuluh yang terlihat.


    1. Preparat sayatan melintang dan membujur awetan batang Arachis hypogea

    Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati seluruh penampang batang kacang tanah. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya (tersebar atau teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang batang kacang tanah, pusatkan pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang paling jelas). Perhatikan struktur jaringan yang menyusun xilem dan floem seperti: protoxilem, metaxilem, protofloem, serat, sel pengiring dsb. Gambar semua bagian-bagian berkas pembuluh yang terlihat.


    1. Preparat sayatan melintang dan membujur awetan batang Amaranthus spinosa

    Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati seluruh penampang batang bayam. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya (tersebar atau teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang batang bayam, pusatkan pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang paling jelas). Perhatikan struktur jaringan yang menyusun xilem dan floem seperti: protoxilem, metaxilem, protofloem, serat, sel pengiring dsb. Gambar semua bagian-bagian berkas pembuluh yang terlihat.


    1. Preparat sayatan melintang dan membujur awetan batang Hibiscus sp

    Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati seluruh penampang batang Hibiscus sp. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya (tersebar atau teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang batang Hibiscus sp, pusatkan pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang paling jelas). Perhatikan struktur jaringan yang menyusun xilem dan floem seperti: protoxilem, metaxilem, protofloem, serat, sel pengiring dsb. Gambar semua bagian-bagian berkas pembuluh yang terlihat.


    1. Preparat sayatan melintang awetan batang Ficus elastica

    Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati seluruh penampang batang Ficus elastica. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya (tersebar atau teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang batang Ficus elastica, pusatkan pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang paling jelas). Perhatikan struktur jaringan yang menyusun xilem dan floem seperti: protoxilem, metaxilem, protofloem, serat, sel pengiring dsb. Gambar semua bagian-bagian berkas pembuluh yang terlihat.



    1. Preparat sayatan melintang awetan batang Cordyline fruticosa

    Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati seluruh penampang batang Cordyline fruticosa. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya (tersebar atau teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang batang Cordyline fruticosa, pusatkan pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang paling jelas). Perhatikan struktur jaringan yang menyusun xilem dan floem seperti: protoxilem, metaxilem, protofloem, serat, sel pengiring dsb. Gambar semua bagian-bagian berkas pembuluh yang terlihat.


    1. Preparat sayatan melintang awetan batang Erythrina varigeta

    Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati seluruh penampang batang Erythrina varigeta. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya (tersebar atau teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang batang Erythrina varigeta, pusatkan pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang paling jelas). Perhatikan struktur jaringan yang menyusun xilem dan floem seperti: protoxilem, metaxilem, protofloem, serat, sel pengiring dsb. Gambar semua bagian-bagian berkas pembuluh yang terlihat.


    1. Preparat sayatan melintang awetan batang Asplenium nidus

    Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati seluruh penampang batang Asplenium nidus. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya (tersebar atau teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang batang Asplenium nidus, pusatkan pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang paling jelas). Perhatikan struktur jaringan yang menyusun xilem dan floem seperti: protoxilem, metaxilem, protofloem, serat, sel pengiring dsb. Gambar semua bagian-bagian berkas pembuluh yang terlihat.

    JARINGAN PENGANGKUT

    Hasil Pengamatan :

    JARINGAN PENGANKUT

    Hasil Pengamatan :

    DAUN

    Tujuan :

    Mengamati berbagai variasi anatomi daun.


    Teori Singkat :

    Variasi struktur daun Angiospermae sedikit banyak ada hubungannya dengan habitatnya dan dapat dipakai sebagai ciri tipe ekologi tumbuhan tersebut, seperti mesofit (tumbuhan yang hidup di tempat tidak terlampau basah atau terlampau kering), hidrofit (tumbuhan hidup di air) dan xerofit (tumbuhan yang hidup di tempat yang kering atau kekurangan air). Namun demikian perbedaan sering tidak begitu nyata, daun-daun sering memperlihatkan ciri kombinasi dari berbagai tipe ekologi. Terlepas dari bentuk maupun ukuran, semua daun memiliki komposisi jaringan yang sama yaitu : epidermis, mesofil dan berkas pembuluh (tulang daun).

    A.Epidermis

    Seperti halnya pada batang, epidermis pada daun tersusun rapat dan dilapisi kutikula yang mengurangi hilangnya air karena transpirasi. Stoma didapati di kedua belah sisi daun tetapi umumnya di sisi sebelah bawah didapati lebih banyak stoma. Pada daun hidrofit yang daunnya mengapung dipermukaan air, stoma didapati di sisi sebelah atas saja, sedangkan daun-daun yang ada di dalam air tanpa stoma sama sekali. Pada sejumlah besar tumbuhan xerofit, stoma berada di tempat lekukan, terbenam ke dalam permukaan daun. Pada tempat lekukan ini sering juga didapati rambut-rambut epidermis. Rambut epidermis atau trikoma sering juga didapati di kedua belah sisi daun. Rambut-rambut epidermis yang lebat mengurangi hilangnya air dari daun.

    B.Mesofil

    Mesofil berfungsi khusus untuk fotosintesis. Terdiri dari sistem jaringan dengan ruang-ruang antar sel yang besar, yang berhubungan dengan atmosfer luar melalui stoma. Ruang antar sel membantu berlangsungnya pertukaran gas yang cepat, suatu faktor yang penting untuk efisiensi fotosintesis. Pada tumbuhan mesofit, mesofilnya mengalami diferensiasi menjadi parenkim palisade berbentuk panjang tegak lurus permukaan daun dan parenkima bunga karang berbentuk tidak teratur. Meskipun jaringan pagar nampaknya padat dan rapat namun dinding-dinding vertikalnya dapat berhubungan dengan ruang-ruang antar sel pada jaringan bunga karang, oleh karena itu sebagian besar proses fotosintesis berlangsung pada jaringan palisade. Umumnya parenkim palisade didapati pada sisi atas daun dan bunga karang di sebelah bawahnya. Pada jenis tumbuhan seperti jagung dan rumputan lainnya, sel-sel mesofil bentuknya serupa, tidak ada perbedaan bentuk antara jaringan palisade dan bunga karang.

    C.Berkas Pembuluh

    Mesofil daun ditembusi oleh sistem berkas pembuluh atau tulang daun yang berhubungan dengan sistem pembuluh pada batang. Tulang daun terdiri dari xilem dan floem yang umumnya merupakan jaringan primer. Tulang daun tengah dan beberapa tulang daun yang besar pada daun dikotil seringkali memiliki pertumbuhan sekunder. Pada ujung-ujung tulang daun tumbuhan dikotil seringkali disusun hanya oleh jaringan trakeid, namun demikian unsur floem dan xilem yang lain sering didapati. Umumnya xilem didapati pada sisi sebelah atas daun dan floem pada sisi sebelah bawah.



    Cara kerja :

    1. Preparat sayatan melintang dan membujur awetan daun  Zea mays

    Mengamati sayatan melintang daun jagung. Epidermis besar-besar pada epidermis yang adaksial sering didapati sel buliform. Sel buliform diduga berfungsi untuk mengatur, menggulung dan membuka kembali daun apabila kekeringan. Mesofil pada daun jagung tidak mengalami diferensiasi menjadi jaringan bunga karang dan jaringan palisade. Seluruh mesofil terdiri dari sel-sel yang hampir sama bentuknya. Hal ini umumnya terdapat pada daun Graminae. Terdapat satu lapis deretan sel parenkim berdinding tipis mengelilingi berkas pembuluh, disebut seludang berkas pembuluh.


    1. Preparat sayatan melintang daun Pinus merkusii

    Mengamati sayatan melintang daun Pinus merkusii yang memiliki bentuk daun seperti  jarum. Untuk mengurangi transpirasi, dinding sel epidermisnya tebal sekali dan biasanya berkutikula tebal. Stoma tersebar di seluruh permukaan daun, terbenam dan melengkung. Di atasnya adalah sel-sel tetangga. Terdapat hipodermis yang terdiri dari sel parenkima. Mesofil tidak berdiferensiasi menjadi jaringan palisade dan jaringan bunga karang, tetapi mempunyai bentuk yang khas (parenkim lipatan). Selain itu didapati saluran damar (harsa) di daerah mesofilnya. Berkas pembuluh dikelilingi oleh jaringan transfusi yang terdiri dari parenkim hidup dan trakeid. Berkas pembuluh bersama jaringan transfusi dikelilingi oleh selapis sel yang dindingnya relatif tebal yaitu jaringan eksodermis.

    DAUN

    Hasil Pengamatan :

    AKAR

    Tujuan :

    Mengamati struktur anatomi akar berbagai tumbuhan.


    Teori Singkat :

    Terdapat perbedaan baik secara morfologi maupun secara anatomi antara akar dan batang. Secara morfologi, akar tidak memiliki daun, maka dengan sendirinya akar juga tidak memiliki buku-buku tempat melekatnya daun. Secara anatomi terdapat perbedaan antara akar dan batang. Yang paling jelas mencolok adalah perbedaan dalam susunan pembuluh xilem dan floem. Pada batang susunan pembuluh xilem dan floem terletak dalam berkas pembuluh kolateral atau ampivasal. Pada akar susunan xilem dan floem tidak terletak berkumpul dalam berkas tetapi terpisah, terletak berselang-seling. Seperti pada batang, struktur anatomi akar dapat dibedakan menjadi : epidermis, korteks dan silinder pusat.



    Epidermis

    Umumnya epidermis pada akar bersifat uniseriat. Hanya pada beberapa kelompok tumbuhan seperti anggrek dan epifit epidermisnya multiseriat. Pada akar muda terdapat banyak rambut akar.



    Korteks Akar

    Seperti batang maka korteks akar sebagian besar terdiri dari parenkima. Pada akar Dikotil dan Gymnospermae yang sudah tua, korteks akar mengelupas karena terjadinya pertumbuhan sekunder. Jika dibandingkan dengan batang, korteks akar relatif lebih besar, karena itu banyak berperan sebagai tempat cadangan makanan. Bagian paling dalam dari korteks adalah endodermis. Endodermis mudah dikenali, meskipun umumnya hanya satu lapis. Hal ini disebabkan karena endodermis mempunyai dinding khusus yang mudah terlihat di bawah mikroskop.



    Silinder Pusat

    Batas-batas silinder pusat pada akar mudah dikenali karena jaringan endodermis pada akar berkembang dengan sempurna. Pada batang, endodermis tidak berkembang dengan sempurna sehingga sulit menentukan batas silinder pusat. Lapisan paling luar silinder pusat disebut perisikel yang biasa terdiri dari satu lapisan sel atau lebih. Yang perlu diamati pada silinder pusat akar adalah susunan xilem dan floem primernya. Xilem merupakan satuan yang terpisah dari floem. Baik floem maupun xilem, berada di tepian silinder pembuluh. Xilemdapat meluas ke dalam sampai ke pusat akar membentuk bentukan seperti batang. Pada monokotil xilem tidak berkembang sampai pusat batang sehingga di pusat batang ditempati oleh jaringan empulur. Jumlah kelompok xilem pada akar dapat satu, dua, tiga dst disebut  juga monork, diark, triak, jika jumlahnya banyak disebut poliark.



    Cara kerja :

    1. Preparat sayatan melintang akar jagung (Zea mays)

    Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati seluruh penampang akar jagung. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya (tersebar atau teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang akar jagung, pusatkan pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang paling jelas). Perhatikan jaringan-jaringan akar lainnya seperti perisikel, endodermis, xilem, floem dan lain-lain. Bagaimana sifat sistem pembuluhnya berdasarkan jumlah kelompok xilemnya?

    1. Preparat sayatan melintang awetan akar Arachis hypogea

    Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati seluruh penampang akar kacang tanah. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya (tersebar atau teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang akar kacang tanah, pusatkan pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang paling jelas). Perhatikan jaringan-jaringan akar lainnya seperti perisikel, endodermis, xilem, floem dan lain-lain. Bagaimana sifat sistem pembuluhnya berdasarkan jumlah kelompok xilemnya?

    AKAR

    Hasil Pengamatan :

    UJI AMILUM SEBAGAI HASIL FOTOSINTESIS

    Tujuan

    Pada praktikum ini bertujuan membuktikan bahwa fotosintesis pada daun memerlukan cahaya dan menghasilkan amilum. Desain praktikum ini sering disebut percobaan Sach (baca: sah).



    Teori Singkat

    Fotosintesis adalah proses pembuatan energi atau zat makanan/glukosa yang berlangsung atas peran cahaya matahari (photo = cahaya, synthesis = proses pembuatan/pengolahan) dengan menggunakan zat hara/mineral, karbon dioksida dan air. Makhluk hidup yang mampu melakukan fotosintesis adalah tumbuhan, alga dan beberapa jenis bakteri. Fotosintesis sangat penting bagi kehidupan di bumi karena hampir semua makhluk hidup bergantung pada energi yang dihasilkan oleh proses fotosintesis.

    Tumbuhan bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Berikut ini adalah persamaan reaksi fotosintesis yang menghasilkan glukosa:

     reaksi

    Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Pada respirasi, gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi kimia.

    Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar Matahari ataupun penguapan air yang berlebihan.

    Proses atau Reaksi fotosintesis ada dua

    1. Reaksi terang

    Berlangsung di dalam membran tilakoid di grana. Grana adalah struktur bentukan membran tilakoid yang terbentuk dalam stroma, yaitu salah satu ruangan dalam kloroplas. Di dalam grana terdapat klorofil, yaitu pigmen yang berperan dalam fotosintesis. Reaksi terang di sebut juga fotolisis karena proses penyerapan energi cahaya dan penguraian molekul air menjadi oksigen dan hidrogen.

    2. Reaksi gelap

    Berlangsung di dalam stroma. Reaksi yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 yang diperoleh dari udara dan energi yang diperoleh dari reaksi terang.

    Tidak membutuhkan cahaya matahari, tetapi tidak dapat berlangsung jika belum terjadi siklus terang karena energi yang dipakai berasal dari reaksi terang.

    Ada dua macam siklus, yaitu siklus Calin-Benson dan siklus hatch-Slack. Pada siklus Calin-Benson, tumbuhan menghasilkan senyawa dengan jumlah atom karbon tiga, yaitu senyawa 3-fosfogliserat. Siklus ini dibantu oleh enzim rubisco. Pada siklus hatch-Slack, tumbuhan menghasilkan senyawa dengan jumlah atom karbon empat. Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxylase, produk akhir siklus gelap diperoleh glukosa yang dipakai tumbuhan untuk aktivitasnya atau disimpan sebagai cadangan energi.



    Download 162.51 Kb.
    1   2   3




    Download 162.51 Kb.

    Bosh sahifa
    Aloqalar

        Bosh sahifa



    Laboratorium biologi farmasi program studi farmasi fmipa universitas sriwijaya

    Download 162.51 Kb.