• Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 3.5 Bencana alam menimpa umat manusia
  • Aktivitas Siswa
  • Tidak diperdagangkan




    Download 6.62 Mb.
    bet14/53
    Sana12.12.2020
    Hajmi6.62 Mb.
    1   ...   10   11   12   13   14   15   16   17   ...   53

    ...

    Sumber: Dok. Kemdikbud

    Gambar 3.4 Orang sedang menutup jenazah

    Artinya: Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. (QS. Āli ‘Imrān/3:185)

    Ayat di atas menjelaskan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Kita

    juga akan mati sebab kita ini manusia yang memiliki nyawa. Kematian datang

    tidak pernah pilih-pilih. Apabila ajal datang, tidak ada satu kekuatan pun untuk

    mempercepat atau memperlambat. Adakalanya kematian itu menjemput saat

    masih bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, bahkan orang yang sudah tua renta.

    Kadang ia menjemputnya saat manusia sedang tidur, terjaga, sedang sedih, sedang

    bahagia, sedang sendiri, sedang bersama-sama. Kematian datang tak pernah ada

    yang tahu. Oleh karena itu, mengingat mati harus sering dilakukan agar manusia

    menyadari bahwa dirinya tidaklah akan hidup kekal. Tentu saja di samping kita

    mengingat mati, kita juga harus mempersiapkan bekal untuk menghadapi hidup

    setelah mati, yaitu segera bertobat dan memperbanyak amal saleh.

    Salah satu cara untuk mengingat mati adalah sering-seringlah ber-ta’ziyyah

    (mendatangi keluarga yang terkena musibah meninggal dunia), mengurus jenazah,

    mulai dari memandikan, mengafani, menyalati, sampai menguburnya.

    Sungguh, hanya orang-orang yang cerdaslah yang banyak mengingat mati dan

    menyiapkan bekal untuk mati. Seorang putra dari sahabat yang mulia, Abdullah

    bin ‘Umar ra. mengabarkan, “Aku sedang duduk bersama Rasulullah saw.

    tatkala datang seorang lelaki dari kalangan Anṡar. Ia mengucapkan salam kepada

    Rasulullah saw., lalu berkata, “Ya Rasulullah, mukmin manakah yang paling

    utama?” Beliau menjawab, “Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.”

    “Mukmin manakah yang paling cerdas?” tanya lelaki itu lagi. Beliau menjawab:

    Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk



    kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu

    Majah).


    36

    Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK






    Mengkritisi Sekitar Kita



    Sumber: Dok. Kemdikbud

    Gambar 3.5 Bencana alam menimpa umat

    manusia

    Ada banyak peristiwa menyedihkan

    yang kita amati dalam kehidupan sehari-

    hari, apakah itu musibah banjir, tanah

    longsor, angin puting beliung, kecelakaan

    di jalan raya, gempa bumi, dan lain

    sebagainya. Kita seharusnya menjadikan

    peristiwa tersebut sebagai pelajaran

    berharga sehingga kita terselamatkan dari

    musibah tersebut. Bila usaha maksimal

    sudah dilakukan, tetapi kita masih tertimpa

    juga, itulah yang disebut takdir, kita perlu

    tawakal, ikhlas, dan sabar menerimanya.


    Perhatikan peristiwa berikut ini!

    1. Terjadi suasana yang sangat mencekam ketika gunung berapi itu meletus.

    Semua orang di dekat gunung berhamburan untuk melarikan diri. Lahar panas

    mulai beterbangan, menghanguskan semua yang ada di dekatnya, hancur dan

    luluh lantak keadaan kampung itu, tak satu pun penduduk tersisa. Sungguh

    sangat mengerikan. Setelah beberapa hari, tim segera bergegas mendekati

    kampung yang telah hancur disapu lahar panas. Mereka sengaja datang untuk

    mencari mayat manusia yang tertinggal karena tidak bisa melarikan diri saat

    gunung itu meletus.

    2. Kecelakaan maut itu telah merenggut puluhan nyawa. Penyebabnya adalah ada

    anak di bawah umur (kurang lebih 12 tahun) mengendarai mobil dan melaju

    dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba tidak bisa mengendalikan mobilnya dan

    menabrak kendaraan yang ada di depannya, akhirnya terjadilah tabrakan

    beruntun. Sebagian korban dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan

    pertolongan medis. Sayang, sebelas orang harus berakhir hidupnya disebabkan

    oleh kesalahan manusia (human error).

    3. Jika seorang perempuan meninggal, dan di tempat itu tidak ada perempuan,

    suami, atau mahramnya, mayat itu hendaklah “di-tayamum-kan” saja, tidak

    boleh dimandikan oleh laki-laki yang lain. Begitu juga jika yang meninggal

    adalah seorang laki-laki, sedangkan di sana tidak ada laki-laki, istri atau

    mahramnya, mayat itu di-tayamum-kan saja. Apa yang terjadi di lingkunganmu?
    Aktivitas Siswa:

    Kamu diminta untuk mengkritisi peristiwa di atas dari beberapa sudut pandang!

    (contoh dari sudut agama, sosial, dan lainnya)!

    Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti



    37




    Memperkaya Khazanah




    Download 6.62 Mb.
    1   ...   10   11   12   13   14   15   16   17   ...   53




    Download 6.62 Mb.

    Bosh sahifa
    Aloqalar

        Bosh sahifa



    Tidak diperdagangkan

    Download 6.62 Mb.