• Malaikat Izrail Berkunjung ke Rumah Rasulullah saw.
  • A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e yang dianggap
  • B. Jawablah soal-soal berikut dengan benar dan tepat!
  • C. Tugas Individu Isilah kolom pilihan jawaban dengan jujur! D. Tugas Kelompok
  • Tidak diperdagangkan




    Download 6.62 Mb.
    bet17/53
    Sana12.12.2020
    Hajmi6.62 Mb.
    #12895
    1   ...   13   14   15   16   17   18   19   20   ...   53

    Sumber: Dok. Kemdikbud

    Gambar 3.13 Seorang peziarah sedang berdoa

    di samping kuburan

    1. Ketika mau berziarah, niatkan dengan

    ikhlas karena Allah Swt., tunduk hati dan merasa diawasi oleh Allah Swt.

    2. Sesampai di pintu kuburan, ucapkan salam sebagaimana yang diajarkan oleh

    Rasulullah saw.:


    Artinya: “Keselamatan semoga tetap bagimu wahai ahli kubur dan Insya Allah

    kami akan bertemu dengan kamu semua.” (HR. Tarmidy)

    3. Tidak banyak bicara mengenai urusan dunia di atas kuburan.

    4. Berdoa untuk ampunan dan kesejahteraan si mayat di alam barzah dan akhirat

    kelak.


    5. Diusahakan tidak berjalan melangkahi kuburan atau menduduki nisan (tanda

    kuburan).


    Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti


    45










    Menerapkan Perilaku Mulia


    Kita sebagai muslim harus peduli dengan orang lain, terutama yang berada di

    sekitar kita. Ketika ada orang yang meninggal atau musibah lainnya, selayaknya

    kita harus memperlihatkan perilaku-perilaku mulia. Perilaku mulia yang dimaksud

    antara lain seperti berikut.

    1. Segera mengunjungi keluarga yang terkena musibah, mendoakan mayat,

    mengucapkan turut berduka kepada keluarga yang ditinggalkan.

    2. Membantu persiapan pengurusan jenazah seperti memandikan, mengafani,

    menyalati, dan menguburkan.

    3. Memberikan bantuan kepada keluarga korban untuk memperingan bebannya

    sesuai kemampuan kita.

    4. Menghibur keluarga korban dengan ungkapan-ungkapan optimistis dan nasihat

    tentang kesabaran dan ketabahan.



    Malaikat Izrail Berkunjung ke Rumah Rasulullah saw.
    Pada suatu saat, terdengar seseorang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya

    masuk?” tanyanya.

    Fatimah menyahutnya: “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah sambil

    menutup pintu. Kemudian, ia kembali menemani ayahnya.

    “Siapakah itu, wahai anakku?”

    “Tak tahu, ayahku, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

    Lalu, Rasulullah saw. menatap putrinya. “Ketahuilah anakku, dialah malaikatul

    maut,” kata Rasulullah saw.

    Malaikat maut datang, Rasulullah saw. menanyakan kenapa Jibril tidak ikut.

    Kemudian, dipanggillah Jibril dan Rasulullah saw. bertanya kepadanya: “Jibril, jelaskan

    apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara lemah.

    “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga

    terbuka lebar menanti kedatanganmu, ya, Rasul,” kata Jibril. Tapi, itu ternyata tidak

    membuat Rasulullah saw. lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak

    senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi.

    “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”

    “Jangan khawatir, wahai Rasul! Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:

    “Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di

    dalamnya,” kata Jibril.

    Detik-detik makin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah

    saw. ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah saw. bersimbah peluh, urat-urat lehernya

    menegang.


    46


    Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK






    “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah saw. mengaduh.

    Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk makin dalam dan Jibril

    memalingkan muka.

    “Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu, Jibril?” tanya Rasulullah

    saw. pada malaikat pengantar wahyu itu.

    “Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.

    Sebentar kemudian terdengar Rasulullah saw. mengaduh karena sakit yang tidak

    tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini

    kepadaku, jangan pada umatku.”

    Badan Rasulullah saw. mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

    Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan

    telinganya. “Ūṡ³kum bi ṡalāti, wa mā malakat aimānukum!” “Peliharalahalat dan

    peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

    Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Ali

    kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah saw. yang mulai kebiruan.

    Ummat³, ummat³, ummat³” - “Umatku, umatku, umatku” dan, berakhirlah hidup

    manusia mulia yang memberi sinaran itu.


    (Kisah-kisah-teladan-Rasulullah saw.-dan- para-sahabat)

    Rangkuman


    1. Kewajiban terhadap jenazah antara lain: memandikan, mengafani,

    menyalati, dan menguburnya.

    2. Yang berhak memandikan jenazah adalah keluarga terdekat, bapak, ibu,

    suami, istri dan anak.

    3. Bagi laki-laki disunahkan tiga helai kain kafan, bagi perempuan lima

    helai kain kafan.

    4. Tata cara ṡalat jenazah berbeda dengan ṡalat biasa. Pada ṡalat jenazah,

    tidak ada ruku dan sujud, hanya empat kali takbir dan diselingi doa.

    5. Cara mengingat mati adalah dengan menjenguk atau ber-ta’ziyyah dan

    berziarah kubur.

    6. Mengurus jenazah hukumnya farḍu kifāyah, yaitu kewajiban secara

    bersama-sama atau gotong royong.


    Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti



    47






    Evaluasi
    A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e yang dianggap



    sebagai jawaban yang paling tepat!
    1. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut.

    (1) Jenazah laki-laki sebaiknya dibungkus dengan tiga helai kain kafan, dan

    wanita dengan lima helai.

    (2) Jika jenazahnya laki-laki hendaknya orang yang mengafaninya juga laki-

    laki.

    (3) Tiap helai kain kafan dihamparkan di atas tikar dan diberi harum-haruman.



    (4) Jenazah diletakkan di atas kain kafan dengan posisi tangan diangkat seperti

    sedang takbir ihram.

    (5) Seluruh tubuh jenazah dibalut dengan kain kafan kecuali muka dibiarkan

    terbuka.


    Dari pernyataan tersebut, pernyataan yang termasuk ketentuan syariat dalam

    mengafani jenazah ialah .…

    a. 1, 2, dan 4

    b. 2, 3, dan 5

    c. 1, 2, 4, dan 5

    d. 1, 2, dan 3

    e. 3, 4, dan 5
    2. Perhatikan pernyataan berikut.

    (1) Yang ṡalat jenazah harus orang Islam.

    (2) Merendahkan suara bacaan ketika ṡalat.

    (3) Salat jenazah dilakukan setelah jenazah dimandikan.

    (4) Membaca surah setelah al-Fatihāh.

    (5) Letak jenazah di sebelah kiblat dari yang menyalatkan.

    Dari pernyataan-pernyataan tersebut, pernyataan yang termasuk syarat-syarat

    sah ṡalat jenazah adalah .…

    a. 1, 2, dan 3

    b. 1, 3, dan 5

    c. 3, 4, dan 5

    d. 1, 2, dan 4

    e. 2, 3, dan 4

    3. Salah satu ucapan doa dalam ṡalat jenazah berbunyi:


    48


    Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK






    Artinya ….

    a. gantikanlah rumahnya, dengan yang lebih baik dari rumahnya ketika di

    dunia


    b. gantikanlah kaum keluarganya dari kaum keluarganya dahulu

    c. ampunilah segala dosanya yang telah lalu

    d. Ya Allah, ampunilah ia, kasihanilah ia, sejahterakanlah ia, maafkanlah

    kesalahannya

    e. peliharalah dia dari siksa kubur dan azab neraka
    4. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!

    (1) Seorang muslimah tidak boleh menyalatkan jenazah laki-laki muslim.

    (2) Bila jenazahnya laki-laki, letak imam ṡalat jenazah sejajar dengan kepala

    jenazah.


    (3) Laki-laki muslim tidak boleh menyalatkan jenazah wanita muslimah.

    (4) Bila jenazahnya wanita, letak imam ṡalat jenazah sejajar dengan bagian

    tengah badan jenazah.

    (5) Ṡalat jenazah gaib harus menghadap di mana jenazah itu dimakamkan.

    Dari pernyataan-pernyataan tersebut, pernyataan yang termasuk ke dalam

    ketentuan syariat tentang ṡalat jenazah adalah …

    a. 1 dan 2

    b. 2 dan 3

    c. 3 dan 4

    d. 2 dan 4

    e. 1, 3, dan 5
    5. Berikut ini termasuk perbuatan-perbuatan sunah pada waktu pemakaman,

    kecuali ...

    a. meninggikan kubur sekadarnya

    b. menandai kubur dengan batu atau kayu

    c. menaruh kerikil di atas kubur

    d. menyiram kubur dengan air

    e. penguburan jenazah sebaiknya jangan disegerakan
    B. Jawablah soal-soal berikut dengan benar dan tepat!
    1. Mengapa Rasulullah saw. menyebutkan bahwa, “Mukmin yang paling banyak

    mengingat mati dan yang paling baik persediaannya untuk hidup setelah mati

    adalah mukmin yang paling cerdik.” Jelaskan!

    2. Sebutkan hal-hal yang sebaiknya segera dilakukan terhadap jenazah yang baru

    saja meninggal dunia sebelum jenazahnya dimandikan!

    3. Apa yang dimaksud dengan ta’ziyyah? Kemukakan pula hukumnya, alasan

    hukumnya, dan adab-adabnya!


    Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

    49


    4. Jika orang yang meninggal dunia meninggalkan utang, bagaimana hukum

    melunasinya dan harta siapa yang digunakan untuk melunasi utangnya?

    5. Memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah seorang

    muslim hukumnya adalah farḍu kifāyah. Jelaskan maksudnya!

    C. Tugas Individu
    Isilah kolom pilihan jawaban dengan jujur!

    D. Tugas Kelompok
    1. Buatlah kelompok sesuai dengan jumlah peserta didik di kelasmu. (Maksimal

    lima orang satu kelompok)

    2. Buatlah skenario tentang teknik merawat jenazah.

    3. Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya, kelompok yang lain



    menanggapi.
    1   ...   13   14   15   16   17   18   19   20   ...   53




    Download 6.62 Mb.

    Bosh sahifa
    Aloqalar

        Bosh sahifa



    Tidak diperdagangkan

    Download 6.62 Mb.